Mahasiswa Jokam Sumampir Purwokerto

Taut Posted on Updated on

Pondok Pesantren Mahasiswa Al Kautsar

 Sumampir Purwokerto

siswa.jpg

Seiring meningkatnya jumlah mahasiswa yang menimba ilmu di Kota Purwokerto maka semakin membutuhkan sarana prasarana untuk mengembangkan kemampuan mereka. Selain gedung kampus sebagai tempat belajar secara langsung juga diperlukan sarana yang lain. Hal ini mendorong DPD LDII Kota Purwokerto untuk mendirikan Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al Kautsar untuk
mewadahi para mahasiswa yang ingin menambah wawasan agama.

PPM Al Kautsar memulai kegiatan belajar mengajar sejak Tahun Ajaran 2014. Kegiatan belajar mengajar mengacu pada kurikulum Pondok Pesantren Mahasiswa. Pembina PPM, Drs. Heri Nuryanto mengatakan “Di harapkan dalam jangka waktu dua tahun para santriwan santriwati mampu mengkhatamkan tafsir Kitab Al Quran dan Al Hadist serta memiliki bekal untuk menjadi seorang da’i”. Kegiatan pembelajaran belangsung setiap pagi selepas Shalat Subuh dan malam setelah Shalat Isya’ atau menyesuaikan dengan waktu kuliah para santri. Pada tahun ajaran pertama PPM Al Kautsar memiliki santri berjumlah 30 orang yang semuanya adalah mahasiswa.

Selain belajar ilmu agama, juga terdapat kegiatan lain seperti outbond, malam keakraban, sepakbola, dan lain-lain. Untuk mewadahi kegiatan para santri dalam waktu dekat PPM akan membangun gedung baru yang akan di lengakapi dengan sarana-sarana pendukung yang lain. PPM Al Kautsar yang terletak di Sumampir, Purwokerto Utara sangat strategis karena berdekatan dengan Univesitas Jenderal Soedirman, STMIK Amikom, BSI, UMP dan lain-lain.

post : http://ppmpurwokerto.blogspot.com/

peta sumampir

Pendaftaran santri PPM

Contact Person

1. Bpk Herry Nuryanto         : 085647660465

2. Bpk Masran                           : 0816692212

3. Bpk Budi Hertanto              : 085747150301

4. Akhmad Fadly                     : 087719649734

Iklan

Peran Serta Generus dengan Kemerdekaan RI ke 70

Taut Posted on Updated on

logo70 Dalam rangka Hut Kemerdekaan RI ke 70,generus Ldii Masjid Al-kautsar mengadakan perlombaan perlombaan di sekitar masjid Al-Kautsar. kegiatan ini diikuti sangat antusias dari peserta perlombaan dan penduduk sekitar yang menonton. tujuan dari acara ini untuk memeriahkan kemerdekaan RI dan sebagai ajang keakraban warga sekitar dan Generus.

DSCF0947 DSCF1027 DSCF1047  DSCF0980

Diakhir kegiatan ini panitia memberikan hadiah kepada semua peserta dan memberikan motivasi agar generus generus bisa menjadi anak bangsa yang memilik semangat juang , memiliki kefahaman agama yang kuat, akhlak yang baik.

DSCF1100DSCF1106DSCF1124

Ibu Pelita Hatiku

Posted on

Image

Ibu adalah sosok wanita yang hadir dalam kehidupan kita, sosok Ibu ini yang merawat kita dari kandungan, lahir, dan hingga kita tumbuh berkembang sampai saat ini, tentunya jasa-jasa Ibu tidak dapat diperhitungkan, maka dari itu mulailah dari sekarang renungkan apakah kita sudah berusaha membalas jasa-jasa Ibu yang tak ternilai itu? Apa kita malah membalasnya dengan kekecewaan karena perbuatan buruk kita kepadanya? Semua itu tergantung dengan kwalitas taqwa di hati kita masing-masing, tetaplah hormati dan berbaktilah kepada Ibumu, walau secuil. Tidak lama lagi lebaran, terpikirkah untuk pulang kampung buat membahagiakan hati ibu, sekedar mencium tangan dan pipinya.

Hanya seorang Ibu yang memiliki rohmat (kasih sayang) lah yang mampu mengerti sepenuhnya keluh kesahmu, ceritakan kepadanya jika itu merasa membuatmu lega.

Selagi Ibu masih ada di kehidupan kita maka jangan sia-siakan dia, karena kita akan merasa betapa berharganya pelukan Ibu jika dia telah tiada, sungguh.

Awali perburuanmu terhadap qiyamullail dengan memberi senyuman kepada kedua orang tuamu, niscaya kebarokahan menyelimutimu sepanjang hari.

Dalam heningnya malam qiyamullail Ibumu berdo’a untukmu, agar kelak kamu pinter ngaji dan sekolah hingga menjadi panutan bagi kakak dan adik-adikmu, teladan bagi teman-temanmu dan harapan bagi nusa, bangsa, negara serta agama islam  Dan, jangan lupakan bahwa kamu adalah pemenang satu dari jutaan sel yang berlomba untuk menjadi anak dari ayah dan ibumu. Karenanya, tidak ada jeleknya jika kamu katakan dalam hati yang paling dalam, “Mencintaimu adalah perbuatan yang tak pernah ku sesali, I  You Mom”.

Orang yang masih dan akan selalu mencintaimu sepanjang masa meski sering disakiti dan belum kamu bahagiakan seperti ia membahagiakanmu, orang itu adalah Ibumu. Berilah Ibumu sesungging senyuman manis,setiap hari, maka itu adalah hadiah terindah yang ibu terima.

Apakah LDII dalam Memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits Menggunakan Ilmu Alat?

Posted on

Ya. Dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits, ulama LDII juga menggunakan ilmu alat seperti ilmu nahwu, shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul-hadits, dan sebagainya. Ibarat orang akan mencari ikan perlu sekali menggunakan alat untuk mempermudah menangkap ikan, seperti jala ikan. Perumpamaannya adalah seperti orang yang akan mencari jarum di dalam sumur perlu menggunakan besi semberani. Untuk memahami arti dan maksud ayat-ayat Al-qur’an tidak cukup hanya dengan penguasaan dalam bahasa ataupun ilmu shorof. Al-Qur’an memang berbahasa Arab tapi tidak berarti orang yang mampu berbahasa Arab akan mampu pula memahami arti dan maksud dari ayat-ayat Al-Qur’an dengan benar. Penguasaan di bidang bahasa Arab hanyalah salah satu kemampuan yang patut dimiliki oleh seorang da’i atau muballigh, begitupun ilmu alat (nahwu shorof).

Apakah Motivasi Warga LDII untuk Mengikuti Pengajian?

Posted on

Adapun motivasi warga LDII mau ikut aktif dan disiplin dalam menuntut ilmu agama di pengajian-pengajian yang diadakan oleh LDII di tingkat PAC maupun di tingkat PC adalah : Pertama, untuk memenuhi kewajiban mencari ilmu agama, tholabul ‘ilmi. Kedua, mengingat adanya sebuah ungkapan, bahwa kalau mau mengerjakan/mengamalkan sesuatu harus memiliki ilmunya terlebih dahulu, utamanya urusan ibadah, maka masing-masing warga LDII sadar betul akan hal ini, yaitu betapa sangat pentingnya ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits itu. Ketiga, untuk mencari keutamaan dari orang iman yang berilmu yaitu mempertinggi derajat di dunia dan akhirat. Keempat, untuk menjaga kondisi dan situasi manusia ini agar tetap baik.

Wajibnya Mengaji Qur’an dan Hadits Dengan Cara MANQUL-MUSNAD-MUTTASHIL

Posted on

A. PENGERTIAN MANQUL

 

MANQUL itu bahasa arab berasal dari kata naqola (نقل).

Manqul secara harfiyah artinya yang dipindahkan, maksudnya adalah belajar mengaji Al Qur’an dan Al Hadits dengan cara berguru atau ilmu Qur’an dan Hadits yang dimiliki seseorang itu diperoleh melalui proses pemindahan ilmu dari guru kepada murid. Adapun sistem manqul ada beberapa macam cara, berikut adalah macam-macam sistem manqul, mulai dari derajat yang tertinggi:

1. Guru yang membaca, murid yang mendengarkan (السّماع من لفظ الشّيخ)

2. Murid yang membaca, Guru yang mendengarkan (العرض على اشّيخ)

3. Guru menyerahkan ilmunya / kitabnya kepada murid untuk menyampaikan (المناولة)

4. Guru mengirim surat yang berupa Qur’an dan Hadits kepada muridnya untuk disampaikan (المكا تبة)

5. Guru memberi haq / wewenang baik dengan ucapan atau tulisan kepada muridnya untuk menyampaikan ilmu guru tersebut (إجازة الرّواية)

Dalil yang mendasari pada pengambilan ilmu secara manqul adalah sebagaimana Firman Allah SWT:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada Ahli dzikir (Ahli ilmu), jika kamu tidak mengetahui”. (Qs. Al Anbiya: 7)

Rasulullah SAW bersabda,

تسمعون ويسمع منكم ويسمع ممن سمع مبكم

“Kamu mendengarkan dan akan didengar dari kamu dan orang yang telah mendengar dari kamu akan didengar pula”. (HR. Abu Daud)

Begitu pentingnya dan wajibnya mengambil ilmu dari ahlinya (secara Manqul), Rasulullah menghukumi orang yang menyampaikan ilmu agama dengan pemikirannya sendiri…. meskipun yang disampaikan itu pengertiannya benar, maka Hukumnya SALAH…!!! bayangkan, Benarnya saja dihukumi SALAH.

من قال في كتاب الله عزّ وجلّ برأيه فٱصاب فقد ٱخطٱ

“Barang siapa yang mengucapkan (membaca atau menerangkan) kitab Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung dengan pendapatnya (tidak manqul) lantas benar, maka sungguh ia telah salah”.(HR. Abu Daud)

Bahkan, orang yang memahami Ilmu agama dengan Ro’yu (pendapatnya), diancam masuk neraka, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

من قال في القرآن بغير علم فليتبوأ مقعده من النار

 “Barang siapa membaca Al Quran tanpa ilmu (tidak manqul) maka hendaklah menempati tempat duduknya di Neraka”  (HR. Tirmidzi)

 

B. PENGERTIAN MUSNAD

MUSNAD artinya bersandar atau berguru, maksudnya ilmu yang diberikan itu melalui sanad/isnad (Sandaran guru) yang shohih. (Seorang guru menyampaikan ilmu dengan sandaran guru yang telah memanqulkan ilmu itu kepadanya, gurunya guru dari gurunya lagi dan seterusnya).

  • Abdullah bin Mubarak, Berkata:

      (الإسناد من الدّين ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء (رواه مسلم في المقدمة

“Isnad itu termasuk agama, dan seandainya tidak ada isnad maka orang akan berkata (urusan Agama) apa yang dia kehendaki (sesuka hatinya)”.

  • Sufyan Atz-Tzauriy berkata:

       الإسناد سلاح المؤمن ، إۤذا لم يكن معه سلاح فبٱيّ شيء يقاتل

        (في قواعد التحديث من فنون مصطلح) 

“Isnad itu senjatanya orang iman, ketika tidak ada senjata bersamanya maka dengan apa dia berperang?”.

  • Di dalam kitab هداية القاري للمو ضفي seorang penyair mengatakan:

من يأخذ العم عن شيخ مشافهة __ يكن عن الزّيغ والتّصحيف في حرم

ومن يكن آخذا للعلم من كتب __ فعلمة عند أهل العلم كا لعدم

“barang siapa mengambil ilmu dari seorang guru dengan cara musyafahah (manqul langsung) __ maka dia tercegah dari penyimpangan dan kesalahan.

dan barang siapa mengambil ilmu dari beberapa kitab (tidak berguru) __ maka ilmunya menurut ahli ilmu sebagaimana sesuatu yang tidak ada.”

 C. PENGERTIAN MUTTASHIL

MUTTASHIL artinya bersambung, maksudnya masing-masing Isnad/sanad punya guru yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah SAW.

Jadi, Manqul-musnad-muttashil artinya mengkaji Qur’an atau hadits kepada seorang atau beberapa orang guru dan gurunya tersebut menerima Qur’an dan Hadits dari gurunya dan gurunya menerima dari gurunya lagi, sambung bersambung tanpa terputus sampai Rasulullah SAW, Cara inilah yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW, para Shahabat, para tabi’in dan para ulama sholihin.

Berikut contoh pentingnya pengambilan ilmu secara manqul, musnad dan muttashil yang diterapkan Rasulullah, Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan Ulama-ulama terdahulu:

  • Ketika Allah menurunkan wahyu yang pertama kali (Surat Al ‘Alaq), Malaikat Jibril membacakan lafal اِقْرَأْ maka Rasulullah SAW juga menirukan lafal إِقْرَٱْ. (Praktek manqul 1 dan 2)
  • Khalifah Umar bin Khatthab ketika mendengar suatu hadits dari seorang sahabat Rasulullah SAW, maka beliau memerintahkan terhadap Shahabat tersebut untuk mendatangkan saksi yang membenarkan dan memperkuat hadits tersebut.
  • Khalifah Ali bin Abi Thalib ketika mendengar sebuah hadits dari Shahabat Rasulullah SAW selain Abu Bakar As-Shidiq maka beliau mengambil sumpah kepada Shahabat tersebut bahwa dia benar-benar telah mendengar hadits itu dari Rasulullah SAW.
  • Shahabat Jabir bin Abdillah rela melakukan perjalanan selama satu bulan untuk menemui Abdullah bin Unais hanya untuk mendapatkan satu hadits saja. (Pentingnya ber-Isnad)
  • Imam Syafi’i memerlukan datang ke Madinah untuk menjumpai Imam Malik, untuk mengesahkan ilmunya (Kitab Karya Imam Malik (Muwatho’)) yang telah dihafal sebelumnya dengan manqul langsung. beliau yang membaca kitab Muwatho’ secara hafalan dan Imam Malik diam mendengarkannya.
  • Sufyan bin Uyainah pernah bercerita: pada suatu hari Imam Az-Zuhriy (perowi hadits) meriwayatkan sebuah hadits, maka aku bertanya kepadanya, “Ceritakan padaku dengan tanpa isnad…..” Imam Az-Zuhriy menjawab, “Apakah engkau bisa naik loteng tanpa naik tangga?”.
  • Abul ‘Aliyah berkata, “Kami mendengar suatu riwayat hadits di kota Bashrah dari Sahabat Rasulullah SAW, maka kami tidak puas sehingga kami berkendaraan menuju kota Madinah kemudian kami mendenngarkannya langsung dari lisan mereka.”

Sedangkan mengkaji Qur’an atau Hadits tanpa Manqul-Musnad-Muttashil atau dengan Ro’yi (Pendapatnya sendiri), seperti membaca terjemahan Qur’an atau Hadits kemudian memahaminya sendiri tanpa bimbingan dari guru yang mempunyai isnad dan Muttashil DILARANG dalam agama dan diancam dimasukkan ke dalam Neraka, berarti hukumnya HARAM. berdas rkan sabda Rasulullah SAW:

 اتّقوا الحديث عنّي إلّا ما علمتم، فمن كذب عليّ متعمّدا فليتبوّأ مقعده من النّار، ومن قال في القران برأيه فليتبوّأ مقعده من النّار(رواه الترمذي في أبواب تفسير القرٱن )

“Takutlah kalian (meriwayatkan) hadits dariku kecuali apa-apa yang telah kalian ketahui, maka barang siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka hendaklah menempati tempat duduknya dari neraka, dan barang siapa mengucapkan (membaca dan menerangkan) Al Qur’an dengan Ro’yinya (tidak manqul) maka hendaklah menempati tempat duduknya dari neraka.” (HR. Tirmidzi)

 

Bagaimana Aktivitas Pengajian di LDII?

Posted on

LDII menyelenggarakan pengajian dengan aktivitas yang cukup tinggi karena Al-Qur’an dan Al-Hadits itu merupakan bahan kajian yang cukup banyak dan luas. Di tingkat PAC umumnya pengajian diadakan 2-3 kali dalam seminggu, sedangkan di tingkat PC diadakan pengajian seminggu sekali. Inilah yang menyebabkan tempat-tempat pengajian di LDII selalu dikunjungi warganya.

Apakah yang Dimaksud dengan “Manquul?”

Posted on

“Manquul” berasal dari bahasa Arab, yaitu “Naqola-Yanqulu (isim maf’ul)”, yang artinya “pindah”. Pindahnya ilmu dari guru ke guru, dari guru ke murid. Maka ilmu yang manquul adalah ilmu yang dipindahkan/transfer dari guru kepada murid. Dengan kata lain, Manqul artinya berguru, yaitu terjadinya pemindahan ilmu dari guru kepada murid.